Page 1 of 1

Sepuluh Alasan Penolakan (Rejection) dan Embargo DOAJ terhadap Jurnal

Posted: 20 Jan 2026, 11:14
by faizal
Sepuluh Alasan Penolakan (Rejection) dan Embargo DOAJ terhadap Jurnal

Yth.
Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal,

Alhamdulillah, saat ini saya mengelola dua jurnal (satu jurnal lama dan satu jurnal baru) dan keduanya telah terindeks di Directory of Open Access Journals (DOAJ). Berdasarkan pengalaman tersebut, berikut saya sampaikan sepuluh alasan utama penolakan (rejection) dan embargo DOAJ terhadap jurnal.

Daftar ini merupakan hasil pengamatan dan pengalaman Andista Candra Yusro, Associate Editor DOAJ Indonesia, yang dibagikan melalui dokumen di:
https://zenodo.org/record/3899744#.Xyvl3jUxXIU

Sepuluh Alasan Penolakan/Embargo DOAJ

Website jurnal tidak dapat diakses (server down).
Kondisi ini harus benar-benar dihindari karena menjadi indikator utama ketidakstabilan pengelolaan jurnal.

Ketidakkonsistenan informasi di website jurnal.
Contohnya:

Pada halaman copyright notice disebutkan hak cipta milik penulis, tetapi pada metadata dan PDF artikel tercantum hak cipta milik jurnal.

Jika hak cipta memang dialihkan ke jurnal, seharusnya tersedia CTA (Copyright Transfer Agreement) yang jelas.

Ketidaksesuaian lisensi, misalnya di footer jurnal tertulis CC BY, tetapi pada halaman abstrak tercantum CC BY-NC atau CC BY-NC-ND.
Lisensi seharusnya konsisten di seluruh halaman website dan artikel.

Keterlambatan penerbitan (late issue).
Jurnal tidak terbit sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Jumlah editor terlalu sedikit.
Contohnya, dalam satu tahun jurnal menerbitkan 12 artikel, tetapi hanya dikelola oleh 5 editor.

Terlalu banyak editor dan reviewer yang menjadi co-author dalam satu edisi terbitan.
Hal ini menimbulkan konflik kepentingan (conflict of interest).

Penggunaan bahasa di website tidak konsisten (gado-gado).
Misalnya, penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang tercampur dalam satu halaman atau pada informasi umum website jurnal.

Petunjuk penulisan (author guidelines) diunggah melalui Google Drive.
Seharusnya pedoman penulisan tersedia langsung di halaman website jurnal, bukan melalui tautan eksternal penyimpanan file.

Editor jurnal terlalu lama merespons email dari editor DOAJ.
Respons yang lambat dapat berdampak pada penilaian dan proses evaluasi DOAJ.

Tautan rusak (broken link/URL).
Baik pada menu website, arsip artikel, maupun halaman kebijakan jurnal.

Mayoritas penulis berasal dari institusi penerbit jurnal.
Kurangnya keberagaman afiliasi penulis dapat menurunkan kredibilitas dan objektivitas jurnal.