6 alasan umum penolakan web of science terhadap jurnal indonesia
Posted: 30 Jan 2026, 16:27
Khusus untuk submission jurnal dari Indonesia yang submit ke web of science. ada beberapa tips and tricks yang penting untuk dipersiapkan.
1. Jangan pernah menampilkan info berbahasa indonesia di web site termasuk judul-judul naskah di table of contents. Jika didapati oleh editor WoS ada judul berbahasa lokal langsung kena rejection dalam 2 minggu. Sebaiknya yang tampil di table of contents dan semua info di web harus berbahasa Inggris.
2. Untuk tampilan PDF boleh full text dalam bahasa lokal seperti bahasa Indonesia tapi pastikan judul, abstrak dan kata kunci dibuat dwi bahasa Inggris dan Indonesia. Dan juga wajib ada referensi berbahasa Inggris di bibliografi dan body text.
3. Jumlah terbitan per issue harus konsisten. Jika terbit 6 naskah per issue dari awal jika ada yang 7 atau 8 atau 5 naskah ada direject oleh team WoS.
4. Cek betul-betul grammar di web journal. Pernah ada jurnal yang direject karena salah dalam menulis ”research consent” dituliskan ”research concern”.
5. Pastikan identitas asli responden disembunyikan. Jangan menyebut nama asli dan umur responden tapi seizin mereka.
6. Publication ethics harus ada novelty dan tidak boleh mengkopi dari publication ethics jurnal lain. Semua bentuk rejection dari editor WoS selalu mengatakan publication ethics tidak boleh meniru dari jurnal lain tapi sayangnya team WoS tidak pernah menyebutkan seperti apa contoh poin ideal. Dibandingkan dengan team Scopus mereka lebih mudah dan ringan dalam menyatakan syarat journal inclusion dan sebagai indexing internasional kita bisa belajar setidaknya ada tujuh poin yang idealnya dinyatakan dalam laman publication ethics. sumber : https://www.pegiatjurnal.com/2024/01/ap ... dalam.html
https://www.pegiatjurnal.com/2021/09/li ... e-wos.html
1. Jangan pernah menampilkan info berbahasa indonesia di web site termasuk judul-judul naskah di table of contents. Jika didapati oleh editor WoS ada judul berbahasa lokal langsung kena rejection dalam 2 minggu. Sebaiknya yang tampil di table of contents dan semua info di web harus berbahasa Inggris.
2. Untuk tampilan PDF boleh full text dalam bahasa lokal seperti bahasa Indonesia tapi pastikan judul, abstrak dan kata kunci dibuat dwi bahasa Inggris dan Indonesia. Dan juga wajib ada referensi berbahasa Inggris di bibliografi dan body text.
3. Jumlah terbitan per issue harus konsisten. Jika terbit 6 naskah per issue dari awal jika ada yang 7 atau 8 atau 5 naskah ada direject oleh team WoS.
4. Cek betul-betul grammar di web journal. Pernah ada jurnal yang direject karena salah dalam menulis ”research consent” dituliskan ”research concern”.
5. Pastikan identitas asli responden disembunyikan. Jangan menyebut nama asli dan umur responden tapi seizin mereka.
6. Publication ethics harus ada novelty dan tidak boleh mengkopi dari publication ethics jurnal lain. Semua bentuk rejection dari editor WoS selalu mengatakan publication ethics tidak boleh meniru dari jurnal lain tapi sayangnya team WoS tidak pernah menyebutkan seperti apa contoh poin ideal. Dibandingkan dengan team Scopus mereka lebih mudah dan ringan dalam menyatakan syarat journal inclusion dan sebagai indexing internasional kita bisa belajar setidaknya ada tujuh poin yang idealnya dinyatakan dalam laman publication ethics. sumber : https://www.pegiatjurnal.com/2024/01/ap ... dalam.html
https://www.pegiatjurnal.com/2021/09/li ... e-wos.html