10 Alasan Jurnal Ditolak oleh Tim CSAB Scopus

Kolom yang berisi informasi tentang jurnal / publikasi / tata kelola / OJS dan lain-lain, dalam bentuk File / Link
Post Reply
faizal
Posts: 594
Joined: 01 Feb 2017, 11:00
Location: Sukoharjo
Contact:

10 Alasan Jurnal Ditolak oleh Tim CSAB Scopus

Post by faizal »

10 Alasan Jurnal Ditolak oleh Tim CSAB Scopus
🌍 example of notes of scopus REJECTION
Here is a refined version of the feedback commonly provided by the CSAB Scopus evaluation team:
The geographical diversity of authors and content remains limited.
The journal demonstrates inconsistent scholarly quality across articles, suggesting that the peer-review process and editorial management need significant improvement.
A considerable number of published articles do not meet international academic standards.
The Editorial Board lacks sufficient international diversity and should be expanded to achieve a broader global representation.
Many well-established international journals already cover similar subject areas. Therefore, the journal should strengthen its unique identity and define a more distinctive niche to attract global scholars.

Berikut adalah 10 alasan utama mengapa jurnal ilmiah sering ditolak oleh tim CSAB Scopus, bahkan bisa mendapatkan masa embargo (6 bulan hingga 5 tahun) sebelum diperbolehkan mengajukan kembali. Daftar ini merupakan gabungan dari pengalaman pribadi, rekan sejawat, serta berbagai materi dari webinar para pakar jurnal internasional.

1. ❌ Kualitas Bahasa Inggris yang Lemah (Bad Grammar)

Banyak artikel masih menggunakan tata bahasa Inggris yang kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa proses peer review dan manajemen editorial belum berjalan optimal dan perlu diperkuat.

2. ⚠️ Kurangnya Konsistensi dengan Fokus dan Scope Jurnal

Beberapa artikel yang diterbitkan tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal. Oleh karena itu, pengelola jurnal perlu menetapkan focus and scope yang jelas, spesifik, dan konsisten—serta tegas menolak artikel yang tidak relevan.

3. 📉 Kontribusi Ilmiah yang Rendah

Sebagian artikel dinilai kurang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu. Evaluator Scopus sering menilai bahwa meskipun ada artikel yang baik, banyak lainnya masih minim dampak akademik.

4. 🔍 Jumlah Sitasi Scopus (Citedness) Masih Rendah

Ini adalah poin yang sering diperdebatkan:

Sebagian pakar menyarankan minimal 10–15 artikel yang sudah tersitasi di Scopus.
Sementara yang lain berpendapat tidak ada standar baku, selama jurnal memiliki keunikan dan kualitas tinggi.

Faktanya, ada jurnal dengan sitasi rendah tetap lolos karena fokusnya sangat spesifik dan berkualitas, sementara jurnal dengan sitasi tinggi bisa ditolak karena tidak memiliki keunikan.

5. 📊 Kualitas Konten Tidak Merata

Sering ditemukan ketimpangan kualitas antar artikel. Bahkan, ada komentar bahwa sebagian besar artikel belum memenuhi standar akademik internasional.

6. 🎯 Fokus dan Scope Tidak Unik atau Terlalu Umum

Jika topik jurnal sudah banyak dibahas oleh jurnal internasional lain, maka peluang diterima akan kecil. Jurnal perlu memiliki kekhasan (distinctiveness) dan spesialisasi yang jelas.

7. 🌐 Kurangnya Diversitas Penulis

Banyak jurnal masih didominasi penulis dari satu negara. Hal ini bertentangan dengan klaim “international journal”. Solusinya:

Gunakan full English
Sebarkan call for papers secara global
Tetap selektif terhadap kualitas (novelty, research gap, kontribusi teori)
8. 👥 Diversitas Dewan Editor Kurang

Scopus sangat menekankan kualitas dan keberagaman editorial board. Idealnya:

Berasal dari berbagai negara
Mewakili beberapa benua (minimal 3)
Memiliki peran jelas (Editor in Chief, Editorial Board, Advisory Board)
9. 📚 Reputasi Internasional Editor Masih Lemah

Editor yang tidak memiliki publikasi internasional (terutama terindeks Scopus) menjadi nilai minus. Oleh karena itu:

Cantumkan profil editor
Sertakan tautan Scopus ID
Pilih editor dengan rekam jejak publikasi global
10. 🔄 Kebijakan Peer Review Tidak Jelas

Jurnal harus memiliki sistem peer review yang transparan dan terstruktur, meliputi:

Jenis review (single/double blind)
Alur proses artikel (submission → review → publish)
Standar evaluasi yang jelas

Kualitas proses ini akan sangat terlihat dari mutu artikel yang diterbitkan.

✨ Penutup

Demikian rangkuman mengenai berbagai alasan umum penolakan jurnal oleh tim CSAB Scopus. Semoga penjelasan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi strategis untuk meningkatkan kualitas jurnal ke depan.

Dengan perbaikan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak jurnal Indonesia yang berhasil terindeks Scopus. Hal ini tentu akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik bagi editor maupun penulis dalam publikasi ilmiah internasional.

SOURCE: https://www.pegiatjurnal.com/2021/08/10 ... sinya.html
Dr.Faizal Risdianto,S.S,M.Hum, Mobile: 0856-4201-9501
E-mail: risdiantofaizal@gmail.com
https://jolcc.org/bikinwebojs/
https://s.id/registerjournal :D 8-)

Post Reply